Pernahkan anda berkunjung ke tempat bersejarah ini?
Pernahkan terlintas di pikiran anda asal usul tempat bersejarah ini?
Ya, Lubang Buaya. Tempat yang kita ketahui sebagai sejarah
gerakan G30S PKI (Gerakan 30 September 1965). Partai Komunis Indonesia (PKI)
yang melakukan pembantaian atas 7 orang jenderal Indonesia.
Menurut ukiran sejarah, TNI AD, Jenderal Ahmad Yani, Letnan
Jenderal Suprapto, Letnan Jenderal Haryono, Letnan Jenderal Siswondo Parman,
Mayor Jenderal Pandjaitan, Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo, dan Kapten
Pierre Tendean diculik dan dibunuh di Desa Lubang Buaya oleh pasukan G30S PKI
pada 1 Oktober 1965.
Itu adalah sejarah yang teringat di benak kita, ketika mendengar
lubang buaya. Namun, ada kisah menarik yang menjadi asal usul nama dari tempat
bersejarah ini.
Tiba-tiba getek yang ditumpangi Datuk Banjir dan dua temannya berhenti.Kedua temannya ketakutan mereka akan bertemu dengan sekelompok buaya putih yang terkenal biasa mendiami rawa-rawa di sekitar itu.
Datuk penasaran. Datuk mengambil galah dan membenamkan ujungnya ke dasar air untuk mendapatkan gerak maju. Dasar air tak tersentuh. Getek tetap diam. Dicobanya lagi, masih tak berhasil. Datuk pun mengira, di sana ada lubang tempat persembunyian buaya. Datuk pun memutar arah agar geteknya bisa berjalan.
Ketika air telah surut, Datuk kembali ke sana. Benar saja, di situ terdapat sebuah lubang. Bentuknya seperti sumur. Ia menamakannya Lubang Buaya.
Namun itu hanya rumor yang belum bisa dibuktikan kebenarannya. "Ya masuk akal lah, siapa tau kan bener ada buayanya, itu kan sejarah orang" menurut Petrus mahasiswa UBM.
Namun Maikel seorang mahasiswa UBM berpendapat lain "Gk masuk akal sih,bisa juga dia ngada ngada cerita biar daerah itu terkenal dan mendatangakn orang untuk datang kesana"
Entah itu faktanya ataupun hanya kabar burung belaka, ada baiknya kita tetap menjaga sejarah ini juga tempat bersejarah ini.
