Menggali Sesuatu yang Membuat Pulau Pari Meroket
Pada tanggal 7-8 November 2015 1 PIK
3 , 1 PIK 4 dan 1 PIK 5 berkunjung ke Pulau Pari. Siapa sih yang gak kenal
dengan Pulau Pari? Pulau yang menjual beribu ribu keindahan untuk dinikmati
mata. Pulau pari merupakan salah satu dari banyak pulau yang berada di
Kepulauan Seribu,tempat yang memang dihuni oleh ribuan dataran indah ini.
Wisata Pulai pari ini mulai berkembang dari Tahun 2011 setelah ramainya wisata
berbasis penduduk di Pulau Seribu.
Pada Sebelum dikenal sebagai tujuan
wisata berlibur, Pulau yang dijuluki Pulau perawan ini dahulu dikenal sebagai
pulau untuk penilitian habitat laut seperti yang kita kenal, rumput yang sangat
terkenal dengan manfaatnya sebagai makanan,rumput laut dan susunan susunan
seperti cangkang kerang, terumbu karang. Di dalam pulau yang menjual beribu
ribu keindahan ini berdiri tegak sebuh
lembaga yang melakukan penelitian tersebut yaitu Lembaga Oceanografi LIPI (LON
LIPI). Para penjajah tempat ini juga bisa sekedar melihat melihat dengan mata
bebas dan bisa juga melakukan penilitian disana. Banyak juga dari kaum
mahasiswa yang melakukan penilitian di Pulau yang indah ini atau lebih tepatnya
di LON LIPI. Kaum terpelajar ini biasanya melakukan penilitian tentang binatang
binatang kecil yang hidup di dasar laut dan pengisi laut lain pendukungnya.
Menurut seorang tour guide local
disana yang bernama Bonte. Ia mengatakan ‘ ya kalau di pulau pari ini mah yang
dijual itu namanya pantai pasir perawan.’’ Ternyata memang benar pantai yang
sangat indah bagaikan surga ini memang sangat berpengaruh dalam berkembangnya
wisata pulau pari ini. Jika kita menginjakan kaki kita di pasir ini, tumit kita
meroket bagaikan menginjak surga. Pantai ini sangat bersih dan sangat mencengangkan,
tidak rugi rasanya jika menginjakan kaki di pasir perawan ini. Selain pantai
pasir perawan ada 2 pantai di pulau yang indah ini. Ada pantai bintang dan pantai
kresek, 2 pantai ini bukan menjadi sasaran utama, tetapi hanya menjadi pemuas
wisatawan saja. Seperti di pantai bintang, kita bisa melihat turunnya matahari
dengan jelas. Kalau pantai kresek itu sangat nikmat digunakan untuk ngumpul
ngumpul dan makan malam.
Pulau pari ini sangat memanjakan
selera,buktinya setiap akhir minggu saja bisa mencapai 300 orang yang mampir menginjakan
kedua kakinya di pulau ini. Itu baru di akhir minggu. Menurut Bonte jika Tahun
Baru pernah mencapai sampai 3000 jiwa yang bermalam di pulau ini, mereka rela
menjajal pulau ini meskipun banyak yang tidur di camp bukan di perumahan.
Menurut salah satu penjual aksesoris di pulau ini, Ali Umar. ‘berjualan disini
yaa lumayanlah buat uang makan’. Pedagang 35 tahun ini berasal dari Padang dan
membatu orang tuanya merantau di pulau ini. Menurut dia hari Sabtu Minggu
adalah hari yang sangat ramai didatangi penjajah pulau pari.
Menurut seorang Asisten Deputi
pengembangan Pariwisata,Bapak Tazbir Abdullah S.H atau yang lebih dikenal dengan
sebutan Bapak Abdullah mengatakan “Kepulauan di Pulau Seribu bagus dan
disenangi dan diminati oleh wisatawan’’ Namun Bapak Abdullah mengatakan
‘’Tinggal kita bagaimana merespon itu kita mau optimalkan untuk itu bisa jadi
pulau yangmenarik untuk mnenarik wisatwan. Kita harus membudidayakan masyarakat
disana. Jangan sampai Wisatawan dating ke sana sekali terus kapok’’ Benar apa
yang dikatakan oleh Bapak Abdullah, ketika kita menjajal pulau pari memang
pelayanan dari warga lokal disana masih kurang baik, belum terlalu melayani
wisatawan dengan baik. ‘’tidak mungkin tempat pariwisata bisa berjualan
senndiri dengan baik, makanya ia memerlukan tour travel dan kalian kalian ini
untuk mempromosikan keindahan pulau tersebut’’ kata Bapak Abdullah. Jika kita
berbicara soal fasilitas yang ada di pulau pari ini, Bapak Abdullah mengatakan
‘’masyarakat disana harus bisa mengembangakn seluruh fasilitas yang menunjang
segala jenis hiburan’’ namun pada faktanya masih belum, fasilitas disana masih
kurang baik jika dinilai fasilitas disana masih 7/10.
‘’Bersih Aman dan Tertib” itu yang
akan Bapak lakukan jika beliau menjadi seorang yang mengatur pulau tersbut,
menurut bapak Abdullah’’ jika sudah dijalankan sapta pesona itu makan wisatawan
akan cepat datang.’’ Sampah, menurut beliau ini adalah masalah yang sangat
menggangu pariwisata. Kebanyakan dari turis domestik yang membuang sampah
sembarangan. Namun jika dilihat dari kebersihan pulau pari, Pulau ini sudah
cukup bersih untuk dijajal. ‘’Wonderful’’ Satu kata yang terpikirkan dalam
benak beliau jika berbicara tentang Pulau Pari.
Menurut Bapak Dr. Edi Purwanto, S.Th.,
SE, MM , Seorang Dosen Ekonomi di Universitas Bunda Mulia “ kalau dari segi
Macro, pemasukan Negara dari sector Wisata cukup besar.Pariwisata menempati
Peringkat ke 4 dalam Rangking pendapatan Negara. Yaitu sekitar 6000 juta US
Dollar pertahunnya.” Peluang ekonomi
juga harus bisa dimanfaatkan oleh masyarakat local disana, seperti contohnya
perahu jika biasanya digunakan hanya untuk menangkap ikan, tetapi karena adanya
pariwisata, harusnya bisa digunakan untuk mengantar wisatawan untuk kegiatan
laiinya kata Bapak Edi. Tetapi pada kenyataanya masyarkat lokal sana masih
belom bisa memanfaatkan fasilitas alam yang ada disana. Buktinya Masyarakat
sana masih harus membeli hasil olahan sayuran di pulau seberang, kata Bapak Rw
Pulau Pari. Yang harus dilakukan oleh masyarakat lokal adalah mengurus
administrasi kependudukan mereka, jika tidak akses mereka untuk kepemilikan
tanah sangat kecil. Lagi lagi disindir bagaimana memanfaatkan Sumber daya
Manusia yang ada di daerah tersebut, jangan sampai pekerjaan yang harusmya
dilakukan oleh masyarakat setempat, diambil oleh penduduk dari pulau lain atau
penduduk daerah lain.
Pulau pari adalah pulau yang sangat
menjajahkan pemandangan yang sangat amat mencengangkan. Karna didalamnya sangat
memanjakan mata dengan pemandangan pemandangan yang indah. Tinggal bagaimana
kita menikmati dan menjual pariwisata ini. Kalau kita bisa menikmati hasil
indah di Negeri kita sendiri untuk apa pergi ke Negara tetangga untuk menikmati
pemandangan. Akhir kata saya ingin mengucapkan limpah rasa syukur kepada sang
pencipta karena telah diberikan rahmat yang sangat indah untuk menikmati Pulau
Pari ini.
