Rabu, 16 Desember 2015

UAS - FEATURE

                                 Menggali Sesuatu yang Membuat Pulau Pari Meroket

            Pada tanggal 7-8 November 2015 1 PIK 3 , 1 PIK 4 dan 1 PIK 5 berkunjung ke Pulau Pari. Siapa sih yang gak kenal dengan Pulau Pari? Pulau yang menjual beribu ribu keindahan untuk dinikmati mata. Pulau pari merupakan salah satu dari banyak pulau yang berada di Kepulauan Seribu,tempat yang memang dihuni oleh ribuan dataran indah ini. Wisata Pulai pari ini mulai berkembang dari Tahun 2011 setelah ramainya wisata berbasis penduduk di Pulau Seribu.
            Pada Sebelum dikenal sebagai tujuan wisata berlibur, Pulau yang dijuluki Pulau perawan ini dahulu dikenal sebagai pulau untuk penilitian habitat laut seperti yang kita kenal, rumput yang sangat terkenal dengan manfaatnya sebagai makanan,rumput laut dan susunan susunan seperti cangkang kerang, terumbu karang. Di dalam pulau yang menjual beribu ribu keindahan  ini berdiri tegak sebuh lembaga yang melakukan penelitian tersebut yaitu Lembaga Oceanografi LIPI (LON LIPI). Para penjajah tempat ini juga bisa sekedar melihat melihat dengan mata bebas dan bisa juga melakukan penilitian disana. Banyak juga dari kaum mahasiswa yang melakukan penilitian di Pulau yang indah ini atau lebih tepatnya di LON LIPI. Kaum terpelajar ini biasanya melakukan penilitian tentang binatang binatang kecil yang hidup di dasar laut dan pengisi laut lain pendukungnya.
            Menurut seorang tour guide local disana yang bernama Bonte. Ia mengatakan ‘ ya kalau di pulau pari ini mah yang dijual itu namanya pantai pasir perawan.’’ Ternyata memang benar pantai yang sangat indah bagaikan surga ini memang sangat berpengaruh dalam berkembangnya wisata pulau pari ini. Jika kita menginjakan kaki kita di pasir ini, tumit kita meroket bagaikan menginjak surga. Pantai ini sangat bersih dan sangat mencengangkan, tidak rugi rasanya jika menginjakan kaki di pasir perawan ini. Selain pantai pasir perawan ada 2 pantai di pulau yang indah ini. Ada pantai bintang dan pantai kresek, 2 pantai ini bukan menjadi sasaran utama, tetapi hanya menjadi pemuas wisatawan saja. Seperti di pantai bintang, kita bisa melihat turunnya matahari dengan jelas. Kalau pantai kresek itu sangat nikmat digunakan untuk ngumpul ngumpul dan makan malam.
            Pulau pari ini sangat memanjakan selera,buktinya setiap akhir minggu saja bisa mencapai 300 orang yang mampir menginjakan kedua kakinya di pulau ini. Itu baru di akhir minggu. Menurut Bonte jika Tahun Baru pernah mencapai sampai 3000 jiwa yang bermalam di pulau ini, mereka rela menjajal pulau ini meskipun banyak yang tidur di camp bukan di perumahan. Menurut salah satu penjual aksesoris di pulau ini, Ali Umar. ‘berjualan disini yaa lumayanlah buat uang makan’. Pedagang 35 tahun ini berasal dari Padang dan membatu orang tuanya merantau di pulau ini. Menurut dia hari Sabtu Minggu adalah hari yang sangat ramai didatangi penjajah pulau pari.
            Menurut seorang Asisten Deputi pengembangan Pariwisata,Bapak Tazbir Abdullah S.H atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bapak Abdullah mengatakan “Kepulauan di Pulau Seribu bagus dan disenangi dan diminati oleh wisatawan’’ Namun Bapak Abdullah mengatakan ‘’Tinggal kita bagaimana merespon itu kita mau optimalkan untuk itu bisa jadi pulau yangmenarik untuk mnenarik wisatwan. Kita harus membudidayakan masyarakat disana. Jangan sampai Wisatawan dating ke sana sekali terus kapok’’ Benar apa yang dikatakan oleh Bapak Abdullah, ketika kita menjajal pulau pari memang pelayanan dari warga lokal disana masih kurang baik, belum terlalu melayani wisatawan dengan baik. ‘’tidak mungkin tempat pariwisata bisa berjualan senndiri dengan baik, makanya ia memerlukan tour travel dan kalian kalian ini untuk mempromosikan keindahan pulau tersebut’’ kata Bapak Abdullah. Jika kita berbicara soal fasilitas yang ada di pulau pari ini, Bapak Abdullah mengatakan ‘’masyarakat disana harus bisa mengembangakn seluruh fasilitas yang menunjang segala jenis hiburan’’ namun pada faktanya masih belum, fasilitas disana masih kurang baik jika dinilai fasilitas disana masih 7/10.
            ‘’Bersih Aman dan Tertib” itu yang akan Bapak lakukan jika beliau menjadi seorang yang mengatur pulau tersbut, menurut bapak Abdullah’’ jika sudah dijalankan sapta pesona itu makan wisatawan akan cepat datang.’’ Sampah, menurut beliau ini adalah masalah yang sangat menggangu pariwisata. Kebanyakan dari turis domestik yang membuang sampah sembarangan. Namun jika dilihat dari kebersihan pulau pari, Pulau ini sudah cukup bersih untuk dijajal. ‘’Wonderful’’ Satu kata yang terpikirkan dalam benak beliau jika berbicara tentang Pulau Pari.
            Menurut Bapak Dr. Edi Purwanto, S.Th., SE, MM , Seorang Dosen Ekonomi di Universitas Bunda Mulia “ kalau dari segi Macro, pemasukan Negara dari sector Wisata cukup besar.Pariwisata menempati Peringkat ke 4 dalam Rangking pendapatan Negara. Yaitu sekitar 6000 juta US Dollar pertahunnya.”  Peluang ekonomi juga harus bisa dimanfaatkan oleh masyarakat local disana, seperti contohnya perahu jika biasanya digunakan hanya untuk menangkap ikan, tetapi karena adanya pariwisata, harusnya bisa digunakan untuk mengantar wisatawan untuk kegiatan laiinya kata Bapak Edi. Tetapi pada kenyataanya masyarkat lokal sana masih belom bisa memanfaatkan fasilitas alam yang ada disana. Buktinya Masyarakat sana masih harus membeli hasil olahan sayuran di pulau seberang, kata Bapak Rw Pulau Pari. Yang harus dilakukan oleh masyarakat lokal adalah mengurus administrasi kependudukan mereka, jika tidak akses mereka untuk kepemilikan tanah sangat kecil. Lagi lagi disindir bagaimana memanfaatkan Sumber daya Manusia yang ada di daerah tersebut, jangan sampai pekerjaan yang harusmya dilakukan oleh masyarakat setempat, diambil oleh penduduk dari pulau lain atau penduduk daerah lain.
             Pulau pari adalah pulau yang sangat menjajahkan pemandangan yang sangat amat mencengangkan. Karna didalamnya sangat memanjakan mata dengan pemandangan pemandangan yang indah. Tinggal bagaimana kita menikmati dan menjual pariwisata ini. Kalau kita bisa menikmati hasil indah di Negeri kita sendiri untuk apa pergi ke Negara tetangga untuk menikmati pemandangan. Akhir kata saya ingin mengucapkan limpah rasa syukur kepada sang pencipta karena telah diberikan rahmat yang sangat indah untuk menikmati Pulau Pari ini.

Rabu, 09 Desember 2015

Tugas Jurnalistik



POJOK
“Seekor kucing tak berdosa disalahkan”
‘’Darah di kamar Margaret itu darah kucing’’ Kata Pengacara Margaret, lalu ‘’masa kucing bisa mens’’ Kata pengacara Agus. Yaampun pak,udah ketauan masih alesan aja. Gimana kasus kita mau selesai kalau sederhana seperti ini saja ditutupi. Masa iya itu darah kucing sih pak, ngapain itu kucing dikamar coba? Yaa, semoga kasusnya cepat selesai ya pak.

Straight News Online
Juru Bicara DPR:’’ Kita kan Punya Mkd’’
Jakarta, (Kamis 26 November 2015) Sebuah konferensi pers berlangsung di Universitas BUnda Mulia. Konferensi pers ini bertujuan untuk mengupas kasus Setya Novanto dalam kasus Freeport. Dua orang uru bicara DPR dating dalam konferensi pers ini, Bapak bobby dan Bapak Markus. Kedua juru bicara ini dilempari banyak pertanyaan dalam konferensi pers kali ini.
Menurut Bobby  ‘’Kita kan masih punya MKD, jadi kita belum membawa kasus ini ke jalur hukum. Kita lihat MKD saja nanti. Pernyataan itu dikeluarkan ketika ada pertanyaan ‘’Apakah KPK sudah tau? Apakah kinerja kpk selama ini?’’ dilihat dari kasus ini MKD mempunyai person yang sangat penting . Ketika ditanya ‘’Apakah benar Setya Novanto menuliskan nama Jokowi?’’ Mereka menjawab ‘’ Anda tahu dari mana? Itu semua kan belum ada bukti, jadi kita tunggu saja’’.
Menurut mereka, mereka masih menunggu proses yang berlangsung di MKD. Karena MKD mengadakan rapat tertutup tidak terbuka. Namun, kabarnya MPR akan mengadakan siding terbuka terkait kasus Setya Novanto ini. JIka ini benar terjadi maka akan baik keadaannya. Semoga MKD bisa meluruskan kasus ini,supaya cepat terselesaikan.

Sepenggal Kata Untuk Pulau Pari
            Pada tanggal 7-8 November 2015 1 PIK 3 , 1 PIK 4 dan 1 PIK 5 berkunjung ke Pulau Pari. Siapa sih yang gak kenal dengan Pulau Pari? Pulau yang menjual beribu ribu keindahan untuk dinikmati mata. Pulau pari merupakan salah satu dari banyak pulau yang berada di Kepulauan Seribu. Wisata Pulai pari ini mulai berkemang dari Tahun 2011 setelah ramainya wisata berbasis penduduk di Pulau Seribu.
            Pada Sebelum dikenal sebagai wisata, Pulau yang dijuluki Pulau perawan ini dahulu dikenal sebagai pulau unutk penilitian habitat laut seperti rumput laut dan terumbu karang. Di dalam pulau yang indah ini berdiri tegak sebuh lembaga yang melakukan penelitian tersebut yaitu Lembaga Oceanografi LIPI (LON LIPI). Para penjajah tempat ini juga bisa sekedar melihat melihat dengan mata bebas dan bisa juga melakukan penilitian disana. Banyak juga dari kaum mahasiswa yang melakukan penilitian di Pulau yang indah ini atau lebih tepatnya di LON LIPI. Kaum terpelajar ini biasanya melakukan penilitian tentang biota laut dan pengisi laut pendukungnya.
            Menurut seorang tour guide local disana yang bernama Bonte. Ia mengatakan ‘ ya kalau di pulau pari ini mah yang dijual itu namanya pantai pasir perawan. Ternyata memang benar pantai yang sangat indah bagaikan surga ini memang sangat berpengaruh dalam berkembangnya wisata pulau pari ini. Pantai ini sangat bersih dan memang bagus, tidak rugi rasanya jika menginjakan kaki di pasir perawan ini. Selain pantai pasir perawan ada 2 pantai di pulau yang indah ini. Ada pantai bintang dan pantai kresek, 2 pantai ni bukan menjadi sasaran utama, tetapi hanya menjadi pemuas wisatawan saja. Seperti di pantai bintang, kita bisa melihat turunnya matahari dengan jelas. Kalau pantai kresek itu sangat nikmat digunakan untuk ngumpul ngumpul dan makan malam.
            Pulau pari ini sangat menjual,buktinya setiap weekend saja bisa mencapai 300 orang yang mampir menatap jejaknya di pulau ini. Itu baru week end. Menurut Bonte jika Tahun Baru pernah mencapai sampai 3000 jiwa yang bermalam di pulau ini, mereka rela menjajal pulau ini meskipun banyak yang tidur di camp bukan di perumahan. Menurut salah satu penjual aksesoris di pulau ini, Ali Umar. ‘berjualan disini yaa lumayanlah buat uang makan’. Pedagang 35 tahun ini berasal dari Padang dan membatu orang tuanya merantau di pulau ini. Menurut dia hari Sabtu Minggu adalah hari yang sangat ramai didatangi penjajah pulau pari.
             Pulau pari adalah pulau yang sangat menjajahkan pemandangan yang sangat amat mencengangkan. Karna didalamnya sangat memanjakan mata dengan pemandangan pemandangan yang indah. Kalau kita bisa menikmati hasil indah di Negeri kita sendiri untuk apa pergi ke Negara tetangga untuk menikmati pemandangan. Akhir kata saya ingin mengucapkan limpah rasa syukur kepada sang pencipta karena telah diberikan rahmat yang sangat indah untuk menikmati Pulau Pari ini.